Info Sekolah
Kamis, 10 Sep 2026
  • Madrasah Ibtidaiyah Narrative Quran (MINAN) adalah pengukir sejarah pendidikan baru di Lamongan yang berkomitmen melahirkan generasi emas pecinta Al Qur'an. Bukan hanya sebagai seorang tahfidz, namun siswa siswi MINAN akan dicetak sebagai narator yang mampu mengisahkan narasi Al Qur'an dengan kemahiran bahasa yang dimiliki.
  • Madrasah Ibtidaiyah Narrative Quran (MINAN) adalah pengukir sejarah pendidikan baru di Lamongan yang berkomitmen melahirkan generasi emas pecinta Al Qur'an. Bukan hanya sebagai seorang tahfidz, namun siswa siswi MINAN akan dicetak sebagai narator yang mampu mengisahkan narasi Al Qur'an dengan kemahiran bahasa yang dimiliki.
6 Agustus 2026

Dari Refleksi Menjadi Aksi, dari Aksi Menjadi Antologi: LENTERA Jawa Timur Menyalakan Semangat Berkarya melalui Special Event “MUKBANG RUJAK MANIS”

Kam, 6 Agustus 2026 Dibaca 72x

Rabu sore, 5 Agustus 2026, layar-layar Zoom kembali mempertemukan puluhan wajah yang dipisahkan oleh jarak, namun dipersatukan oleh cita-cita yang sama. Dari Lamongan, Gresik, Sidoarjo, hingga berbagai kabupaten di Jawa Timur, para pejuang literasi berkumpul dalam Special Event Refleksi & Sharing “MUKBANG RUJAK MANIS”, sebuah ruang yang bukan hanya menjadi tempat berdiskusi, tetapi juga tempat menumbuhkan harapan. Di balik senyum para peserta, tersimpan semangat yang sama, menjadikan literasi bukan sekadar program, melainkan budaya yang terus hidup di tengah masyarakat.

Kegiatan yang diinisiasi oleh FORNAS LENTERA bersama Pengurus LENTERA Jawa Timur ini mengangkat tema “Mengukir Karya, Bingkai Antologi Gemilang dalam Ruang Jelajah Antologi Karya dengan Membaca Asyik, Menulis Inspiratif, dan Santun.” Tema tersebut menjadi penanda bahwa perjalanan literasi tidak berhenti pada aktivitas membaca, melainkan harus berbuah menjadi karya yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Apresiasi yang Menjadi Energi Gerakan

Kegiatan dibuka oleh Dwi Lestari, S.Pd., M.Pd., kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat kebangsaan yang menjadi ruh gerakan literasi.

Momentum semakin bermakna ketika Ketua LENTERA Jawa Timur, Khofiyul Arif, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan laporan perkembangan program dan arah gerakan literasi di Jawa Timur. Laporan tersebut memperlihatkan bahwa literasi telah tumbuh menjadi gerakan kolektif yang melibatkan banyak madrasah/sekolah, guru, dan masyarakat.

Puncak apresiasi hadir melalui sambutan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan, Dr. H. Mohammad Muhlisin Mufa, S.Ag., M.Pd.I. Dalam pesannya, beliau memberikan dukungan penuh kepada LENTERA Jawa Timur agar terus menjadi mitra strategis dalam membangun budaya literasi di lingkungan madrasah. Apresiasi tersebut menjadi suntikan semangat bahwa setiap langkah kecil para pegiat literasi mendapat perhatian dan dukungan dari berbagai pihak. Di layar yang tergelar, beliau juga mengajak seluruh peserta kembali merenungkan ayat pertama yang Allah turunkan kepada Rasulullah Muhammad. “Iqra’… Bacalah.”

Menurut beliau, bukan tanpa alasan Allah memulai turunnya wahyu dengan perintah membaca. Islam dibangun di atas fondasi ilmu. Peradaban besar lahir bukan dari kekuatan semata, melainkan dari manusia-manusia yang mencintai ilmu pengetahuan dan menjadikan membaca sebagai jalan menemukan kebenaran.

Beliau kemudian mengisahkan bahwa dalam sejarah Islam, sebagian pendeta dan ulama Ahli Kitab mampu mengenali tanda-tanda kerasulan Nabi Muhammad karena kesungguhan mereka membaca dan memahami kitab-kitab suci yang mereka miliki. Mereka menemukan kabar tentang hadirnya nabi terakhir, lalu mengenali tanda-tandanya ketika Rasulullah diutus. Kisah tersebut menjadi pelajaran bahwa membaca dengan hati yang jujur dapat mengantarkan seseorang kepada cahaya kebenaran. “Bacaan yang benar,” tutur beliau, “bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan keyakinan.”

Pesan tersebut menjadi sangat relevan dengan gerakan literasi yang sedang dibangun FORNAS LENTERA. Membaca dalam perspektif Islam tidak berhenti pada kemampuan mengeja huruf, melainkan menjadi ikhtiar memahami ayat-ayat Allah, baik yang tertulis dalam kitab suci maupun yang terbentang di alam kehidupan.

Beliau juga mengingatkan bahwa seorang guru, fasilitator, maupun pegiat literasi memikul amanah yang mulia. Setiap buku yang dikenalkan kepada anak-anak, setiap cerita yang dibacakan, dan setiap tulisan yang dihasilkan merupakan bagian dari upaya menumbuhkan generasi yang berpikir, berakhlak, dan beriman.

Suasana kemudian semakin hidup melalui pengarahan Koordinator Literasi Nasional, Ali Harsojo, S.Pd., M.Pd., yang mengajak seluruh FASDA untuk terus mengembangkan inovasi literasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.

MUKBANG RUJAK MANIS: Ketika Pengabdian Menjadi Tulisan

Dalam sesi utama, Ketua Umum LENTERA, Dr. Laili Hibatin Wafiroh, S.S., M.Pd., MCE, memperkenalkan gerakan nasional MUKBANG RUJAK MANIS. Bagi sebagian orang, “rujak” mungkin hanya sepiring buah dengan beragam rasa. Namun bagi keluarga besar LENTERA, RUJAK MANIS adalah akronim dari Ruang Jelajah Antologi Karya dengan Membaca Asyik, Menulis Inspiratif, dan Santun.

Sebuah filosofi yang mengajarkan bahwa setiap pengalaman memiliki rasa yang berbeda. Ada kisah tentang perjuangan, ada cerita tentang kegagalan, ada kebahagiaan ketika melihat anak-anak mulai mencintai buku. Semua pengalaman itu layak dihimpun menjadi sebuah antologi, sebagaimana potongan buah yang berbeda berpadu menjadi sajian yang nikmat.

“Jangan biarkan pengabdian berhenti sebagai kenangan. Tuliskanlah, agar ia menjadi inspirasi.” Itulah pesan yang mengalir sepanjang sesi refleksi.

Konsep tersebut selaras dengan tujuan penyusunan Buku Antologi Best Practice FASDA LENTERA 2026, yang akan menjadi salah satu portofolio gerakan menuju FIRAL (Festival Inspirasi dan Ragam Aksi Literasi) 2026 sekaligus bagian dari ikhtiar menuju Rekor MURI.

Dari Ruang Diskusi Menuju Ruang Dokumentasi Sejarah

Tidak berhenti pada motivasi, peserta juga memperoleh pemaparan mengenai struktur tim penerbitan, mekanisme penulisan, proses kurasi, hingga strategi publikasi nasional. Roadmap penulisan telah disusun secara sistematis, dimulai dari sosialisasi, persiapan naskah, penulisan, proses review, kurasi dan layout, hingga peluncuran nasional buku antologi pada September 2026. Dengan alur tersebut, setiap Fasilitator Daerah memperoleh pendampingan agar karya yang dihasilkan memiliki mutu akademik sekaligus nilai inspiratif.

Forum kemudian berlanjut dengan sesi Refleksi dan Sharing, di mana para calon FASDA berbagi pengalaman mengenai pelaksanaan Lingkaran Literasi di daerah masing-masing. Beragam tantangan, strategi, dan solusi didiskusikan secara terbuka. Dari ruang inilah lahir banyak ide baru, kolaborasi baru, dan keyakinan bahwa gerakan literasi akan semakin kuat ketika dijalankan bersama.

Sebagai penutup, saya selaku Penasehat LENTERA, memimpin doa dan muhasabah. Suasana yang semula penuh diskusi berubah menjadi hening penuh harap. Seluruh peserta menitipkan ikhtiar agar setiap langkah literasi menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya.

 Highlight:

Special Event “MUKBANG RUJAK MANIS” bukan sekadar agenda daring. Ia adalah ikrar bersama bahwa gerakan literasi harus meninggalkan jejak yang lebih panjang daripada sebuah kegiatan.

Foto-foto akan menjadi kenangan.

Pertemuan akan berakhir ketika ruang virtual ditutup.

Namun tulisan akan tetap hidup.

Ia akan dibaca oleh guru-guru yang belum pernah bertemu.

Ia akan menginspirasi anak-anak yang bahkan belum dilahirkan.

Dan kelak, ketika sejarah literasi Indonesia dituliskan, akan tercatat bahwa dari Jawa Timur pernah lahir sekelompok insan yang percaya bahwa membaca menumbuhkan ilmu, menulis mengabadikan pengabdian, dan LENTERA adalah cahaya literasi yang harus terus dihidupkan  untuk menerangi negeri.

Tentang Kami

Madrasah Ibtidaiyah Narrative Quran (MINAN) adalah pengukir sejarah pendidikan baru di Lamongan yang mampu merangkul semua kalangan untuk melahirkan generasi emas pecinta Al Qur'an. Bukan hanya sebagai seorang tahfidz, namun siswa siswi MINAN akan dicetak sebagai narator yang mampu mengisahkan narasi Al Qur'an dengan kemahiran bahasa yang dimiliki.


Video Profil

Info Madrasah

MI Narrative Quran Lamongan

NPSN : 69993353 | NSM : 111235240537
Jl. Soekarno Hatta, Komplek Narrative City, Sukomulyo, Lamongan 62216
TELEPON 0322 3106655
EMAIL minarrativequran@gmail.com
WHATSAPP +623223106655