SEKILAS INFO
28-11-2022
  • 1 tahun yang lalu / Madrasah Ibtidaiyah Narrative Quran (MINAN) adalah pengukir sejarah pendidikan baru di Lamongan yang berkomitmen melahirkan generasi emas pecinta Al Quran yang mampu mengisahkan narasi Al Quran dengan kemahiran bahasa yang dimilikinya.
  • 1 tahun yang lalu / Senin, 25 Januari 2021 Pengumuman Placement Test Peserta DiDik Baru Tahun Pembelajaran 2021-2022.
10
Jan 2022
0
Baghdad, Kota 1001 Malam

Baghdad merupakan salah satu aset sejarah dunia. Sebagian ahli sejarah meyakini bahwa Baghdad sudah ada ada sejak 4000 SM. Kota ini dikenal sebagai “kota 1001 malam”. Selain itu, Baghdad juga terkenal sebagai negeri wali. Terdapat makam seorang waliyullah yang masyhur di seluruh dunia, yakni Syaikh Abdul Qadir al-Jilani. Beliau wafat pada tahun 561 Hijriyah. Banyak peziarah mengunjungi makamnya. Semasa hidupnya, selain dikenal sebagai seorang sufi yang wara’, Syaikh Abdul Qadir al-Jilani merupakan salah seorang mufti yang berpengaruh. Beliau memecahkan banyak persoalan dalam pembahasan fikih, hingga namanya dikenal di berbagai penjuru dunia.  Kehidupan beliau merupakan cermin bagaimana Baghdad memiliki jejak ke-Islam-an yang kental.

Pada saat Khalifah al-Manshur dari Dinasti Abbasiyah memegang kekuasaan, Ia meletakkan batu pertama pembangunan di Baghdad sebagai sebuah ibu kota baru. Sang Khalifah memandang Baghdad sebagai wilayah strategis secara militer, selain juga terdapat Sungai Tigris yang bisa menjadi sarana penghubung dengan Tiongkok. Melalui Sungai Tigris hasil makanan dari Mesopotamia, Armenia dan daerah sekitarnya dapat dijangkau.

Menurut Al-Thabari, sejarawan terkemuka Arab klasik, pembangunan Baghdad yang dilakukan al-Manshur menelan dana hingga 4.883.000 dirham dan mempekerjakan sekitar 100.000 arsitek, pengrajin, dan kuli yang berasal dari Syiria dan Mesopotamia.

Sejak 762 M, Dinasti Abbasiyah memusatkan pemerintahannya di Baghdad. Lebih dari 500 tahun, para khalifah dinasti Abbasiyah hidup dalam kejayaan dan kemewahan. Di bawah pemerintahan mereka, Baghdad yang awalnya hanya sebuah kampung kecil telah berubah menjadi pusat fashion dan acuan mode dunia kala itu, laiknya Paris, Milan dan New York saat ini. Bahkan adik perempuan Khalifah Harun Al Rasyid, Ulayya, menjadi salah satu trend setter.

Ternyata, tidak hanya dalam trend mode dan kemewahan, ilmu pengetahuan pun mengalami kemajuan yang sangat pesat di Baghdad. Hampir di setiap sudut kota terdapat perpustakaan dan laboratorium penelitian. Khalifah Harun Ar-Rasyid sendiri pernah membangun perpustakaan termegah bernama Khizanat al-Hikma. Khalifah Al-Ma’mun, yang memerintah tiga dekade setelah Ar-Rasyid, membangun akademi besar bernama Baitul Hikma. Setelahnya ia menambah banyak akademi lain sebagai pusat studi. Bisa dikatakan hampir sebagian besar masyarakat Baghdad memiliki minat besar mempelajari matematika, fisika, kedokteran, seni dan filsafat. Maka tidak heran jika kota Baghdad dijuluki sebagai “Rumah Pengetahuan”. Periode pemerintahan ke-Khalifah-an Islam di Baghdad merupakan masa keemasan bagi dunia Islam.

Oran-orang dari seluruh dunia muslim, banyak yang menjadikan Baghdad sebagai tempat untuk studi. Banyak akademisi terkenal yang lahir dari universitas-univeritas di Baghdad, seperti Al-Kindi, Banu Musa bin Shakir al-Munajjim (ahli astrnomi), Al-Khawarizmi, Said bin Harun, Hunayn bin Ishaq, Tsabit bin Qurra dan Umar bin Farrukhan at-Tibat.

Setelah lima abad berlalu, Baghdad dikuasai ke-Khalifah-an Islam, datanglah malapetaka. Pada bulan Februari 1258, Mongol yang dipipimpin Hulagu Khan menyerbu Baghdad dengan sekitar 200.000 prajurit. Tentara Abbasiyah yang terlalu lama hidup dimanja oleh kesejahteraan dan hidup enak, dengan keberanian dan semangat juang yang sudah lemah, kocar-kacir oleh serbuan tersebut.

Agenda Kegiatan

Video Terbaru

Data Madrasah

MI Narrative Quran Lamongan

NPSN : 69993353 / NSM : 111235240537

Jl. Kalianyar (Selatan Perumahan Green Flower) Lamongan (0322) 3106655
KEC. Lamongan
KAB. Lamongan
PROV. Jawa Timur
KODE POS 62216